Friday, May 27, 2011

Spiritualisme di Era Modern

Dengan berkembangnya paham Postmodernisme, mau tak mau membuat paham-paham sebelumnya seperti Modernisme perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Paham Modernisme yang mengedepankan rasionalitas dianggap tak mampu menjelaskan peristiwa-peristiwa yang semakin beragam. Sebagai contoh, orang-orang kini ramai membicarakan tentang hari kiamat (bahkan sempat heboh ketika seorang warga Amerika meramalkan hari kiamat pada tanggal 21 Mei 2011 kemarin, namun tak terbukti). Orang-orang ramai membicarakan tentang pertempuran suci melawan setan, dan berbagai hal-hal yang tidak masuk akal oleh kaum modernis.
Lantas kenapa hal-hal semacam itu (hari kiamat, dll) ditanggapi serius oleh mayoritas bangsa-bangsa barat yang teknologinya tergolong maju? Amerika konon telah membuat bunker yang dipersiapkan untuk menghadapi tanggal 21-12-2011, yang konon menurut penanggalan Suku Maya adalah akhir dunia. Kemudian sebagian masyarakat juga percaya bahwa sebuah propinsi di Perancis tidak akan hancur pada hari itu, dan menjadi satu-satunya tempat di dunia ini yang selamat pada tanggal tersebut.
Kenapa masyarakat Indonesia seakan tenang-tenang saja menghadapi hal-hal macam itu (kecuali beberapa infotainment yang kadang berlebihan dalam menanggapi hal-hal semacam itu)?
Budaya timur, terutama budaya Indonesia adalah kebudayaan yang sejak dahulu tidak hanya menggunakan unsur rasionalitas, tetapi juga unsur spiritual. Unsur spiritual ini sangat kental pada kebudayaan Indonesia sehingga jelas terlihat pada berbagai aspek masyarakat. Hal semacam ini secara tidak langsung membentuk pemahaman bahwa manusia tidak bisa terus menerus mengandalkan rasionalitas dalam kehidupan di dunia ini.
Kemudian pemahaman tersebut didukung oleh lingkungan, dimana Indonesia adalah sebuah kepulauan dengan sejarah yang sangat tua dan sangat maju (beberapa waktu lalu terbit sebuah buku tentang Atlantis, yang mana menurut penulisnya, kepulauan Atlantis berada di wilayah kepulauan Nusantara saat ini). Bangsa yang tua ini mempunyai pemahaman filsafat yang sangat tinggi, ditunjukkan pada sikap pasrah yang luar biasa ketika menghadapi segala hal dan segala situasi. Konsep alon-alon waton klakon, serta narimo ing pandum adalah sebagian dari sikap pasrah yang luar biasa. Mungkin sepintas kedua konsep tersebut adalah konsepnya orang pemalas, akan tetapi tidak jika dipahami lebih dalam.
Kepanikan negara-negara barat akan ramalan-ramalan macam itu boleh jadi merupakan keresahan jiwa mereka yang lapar akan pencerahan. Selama ini negara-negara barat adalah kumpulan masyarakat yang sangat mengagungkan rasionalitas dalam berbagai hal. Namun nyatanya, mereka panik ketika menghadapi ramalan tentang kiamat, ataupun perang suci melawan setan.
Kebudayaan Indonesia juga mengenal kiamat, juga ramalan-ramalan macam itu. Tapi ramalan di Indonesia tidak serta merta langsung seperti halnya anggapan bangsa barat. Ramalan-ramalan di Indonesia (tentu saja yang paling terkenal adalah Ramalan Jayabaya, dan juga beberapa ramalan R. Ng. Ranggawarsita), terutama berkutat mengenai sebuah zaman yang penuh huru-hara serta masyarakat dan pemerintahan yang bobrok. Semua itu telah terbukti, setidaknya sampai saat ini.
Jika menggunakan sudut pandang ramalan Indonesia, boleh jadi bahwa ramalan kiamat tahun 2012 mendatang bukanlah kiamat musnahnya jagat raya ini, akan tetapi lebih kepada reinstall atau resetting. Karena jika diibaratkan sebuah komputer, dunia saat ini adalah sebuah komputer yang telah digerogoti virus, sementara antivirusnya telah expired atau out of date. Dengan demikian, setelah dunia ini diformat ulang, mungkin akan muncul manusia yang kuat pada aspek spiritualnya, namun tetap menggunakan akalnya, karena Gusti Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang berakal.
Sebenarnya tidak pada porsinya ketika manusia membicarakan urusan yang bukan urusannya. Persoalan kiamat telah ada yang mengatur dan menentukan. Tidak ada manusia satupun yang mengetahui dengan persis kapan terjadinya kiamat, namun semoga dengan isu-isu tersebut membuat manusia manyadari bahwa kehidupan dunia ini adalah untuk kehidupan akhirat mendatang. Bekerjalah seakan-akan kau hidup selamanya, dan beribadahlah seakan-akan kau mati besok.


0 comments:

Post a Comment

 

Copyright © nglengkong Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger