Saturday, April 7, 2012

Ngantru: Yang Tak Bisa Dilupakan dari Sungai Progo dan Kamijoro

Seperti biasanya, setiap senja menjelang, tempat itu selalu menjadi tujuan utama bagi beberapa pemuda pemudi yang ingin menyaksikan matahari tenggelam di balik deretan pegunungan yang terlihat jelas, seolah-olah berdiri di atas sungai yang mengalir dari lereng Merapi sampai ke Laut Selatan. Bahkan sinar matahari yang kemerahan membuat air sungai menjadi keemasan, membuat siapapun betah berlama-lama di tempat itu. Tempat itu oleh warga sekitar diberi nama Ngantru.
Terletak di Pedukuhan Kamijoro, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, tempat ini merupakan sebuah bendungan yang dibangun pada masa kolonial. Bendungan ini mengalirkan air dari Sungai Progo ke berbagai tempat di Kabupaten Bantul melalui sebuah pipa raksasa yang dapat disaksikan di sepanjang jalan utama Kecamatan Pajangan. Bendungan ini merupakan salah satu bangunan peninggalan masa kolonial yang berada di wilayah Kecamatan Pajangan. Sementara di Pedukuhan Kamijoro sendiri, setidaknya terdapat tiga buah bangunan peninggalan Belanda, seperti Pleret dan Jembatan Kamijoro, yang telah diperluas beberapa waktu lalu.
Ngantru sendiri merupakan tempat yang cukup menarik dan potensial untuk digarap menjadi sebuah tempat wisata alam. Meskipun tempatnya tidak begitu luas, akan tetapi dengan segala keunikannya, tempat ini mempunyai keistimewaan tersendiri bagi masyarkat sekitar. Seperti bangunan-bangunan tua lain, tempat ini pun tak bisa dipisahkan dari mitos. Apalagi di atas bendungan ini terdapat sebuah pohon  randu alas yang sudah cukup tua. Konon, bagi orang yang mampu melihat dengan hatinya, pohon tersebut adalah sebuah rumah yang sangat megah. Selain itu, penduduk sekitar yang mempunyai gawe (hajat) harus memberi semacam sesaji di tempat itu, karena jika tidak akan terjadi sesuatu. Wallahu’alam.
Terlepas dari hal itu, Ngantru tidak bisa dipisahkan dari Sungai Progo, begitu pula sebaliknya. Seorang kerabat Kraton Yogyakarta pernah berkata di Majalah Djoko Lodang, bahwa membicarakan Sungai Prayoga (konon Sungai Progo dahulu bernama Sungai Prayoga) tidak bisa dipisahkan dari Kamijoro dan Ngantru. Bendungan ini juga menjadi pemasok air bagi sawah-sawah di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Bantul.

6 comments:

  1. kok fotone pas banjir sik dipasang?

    ReplyDelete
  2. duene pas banjir..

    ReplyDelete
  3. saya pernah bersepeda ke tempat itu pada pagi hari..sangat menyenangkan :)

    ReplyDelete
  4. Asal mula nama kamijoro itu dari mana ya gan ?

    ReplyDelete
  5. jadi yo mas daphin..kamijoro itu kemungkinan besar gabungan dari tiga wilayah yg dulu namanya Buntar, Nglengkong, dan Kramat, plus Guwo. Nama Kamijoro sendiri saia kurang tahu karena tidak ada dokumen pendukung, sementara ketiga nama tersebut memang benar-benar ada dokumennya, jadi bisa dibilang cukup valid...

    ReplyDelete

 

Copyright © nglengkong Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger